September 27, 2020

Lanjutan Liga 1 2020 Tanpa Penonton, Arema FC Berpotensi Kehilangan Miliaran Rupiah

Kemungkinan dilanjutkannya gelaran Shopee Liga 1 musim 2020 tanpa penonton membawa konsekuensi buruk bagi Arema FC. Klub berlogo singa mengepal ini terancam kehilangan potensi pendapatan miliaran rupiah.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Arema FC, Abdul Haris, mengaku belum bisa memprediksi berapa jumlah potensi pendapatan mereka yang hilang. Namun, jika berkaca pada pendapatan tiket musim lalu, Arema bisa jadi akan kehilangan sekitar Rp 5 miliar dari pendapatan tiket.

“Secara detail, kami belum menghitung. Namun, potensi kerugiannya sangat besar,” ucap Haris.

“Sebagai gambaran, tahun lalu pendapatan bersih dari tiket sekitar lima miliar. Ya, saat ini, sekitar itulah potensi pendapatan dari tiket yang hilang. Apalagi, kita baru menjalani satu laga kandang,” sambungnya.

Pendapatan tiket bukan satu-satunya yang berpotensi bakal hilang jika laga lanjutan Liga 1 musim 2020 digelar tanpa penonton. Ada lagi potensi pendapatan yang bisa jadi bakal lenyap jika tribune dikosongkan dari penonton.

“Pendapatan dari iklan LED board juga akan terpengaruh. Belum lagi potensi pendapatan-pendapatan lain,” tutur Haris.

Sebelumnya, PSSI mengeluarkan rancangan protokol kesehatan yang akan diterapkan jika kompetisi digelar lagi. Protokol ini disusun oleh Ketua Tim Medis PSSI dr Syarif Alwi, Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri, dan beberapa orang lainnya.

Ada sejumlah hal yang tercantum dalam protokol tersebut. Salah satunya, protokol ini mengatur jumlah orang yang berada di stadion dalam pertandingan.

Dalam protokol tersebut disebutkan hanya ada 254 orang yang boleh berada di area stadion. 82 orang berada di zona satu, yaitu area lapangan, 100 orang berada di zona dua, yang meliputi tribune, dan 72 orang di zona tiga, yaitu area di luar stadion.

Sulit Berpikir Untung Rugi

Lebih lanjut, Haris menyebut bahwa saat ini tak bisa sekadar berpikir untung atau rugi. Ada hal lain, sambung pria yang juga menjabat Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang tersebut, yang harus dipertimbangkan dalam mengambil keputusan.

“Di sini juga menyangkut urusan kesehatan. Apalagi, saat ini kan masih masuk dalam masa pandemi,” ujar Haris.

“Kalau memang tanpa penonton jelas rugi, tapi memang hal ini yang harus kita lakukan pada masa ini,” ia menandaskan.